Hello, world! This is a toast message.

Hai!

x

Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!

phone

Lebih hemat dengan Free Ongkir hingga 100%

Begini Ciri-Ciri Furnitur Kayu yang Anti Rayap
Tips & trik

Begini Ciri-Ciri Furnitur Kayu yang Anti Rayap

Ditulis oleh Mei Anggraini

03 Jun 2025

Rayap sering kali menjadi musuh tersembunyi dalam bidang furnitur. Tanpa peringatan, mereka bisa merusak struktur kayu dari dalam menjadikan perabot tampak utuh di luar, tapi keropos di dalam. Maka tak heran, banyak orang kini mencari furnitur dari bahan kayu yang tahan rayap sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Namun, bagaimana cara mengenali furnitur kayu yang memang benar-benar anti rayap? Apa saja ciri-ciri dan hal yang perlu diperhatikan? Berikut ulasan lengkapnya.

 

1. Terbuat dari Jenis Kayu Keras (Hardwood)

Salah satu ciri paling dasar dari furnitur yang tahan terhadap rayap adalah penggunaan kayu keras. Jenis kayu ini memiliki struktur serat yang padat dan kandungan zat alami yang kurang disukai rayap. Beberapa contoh kayu keras yang dikenal anti rayap antara lain:

  • Kayu Jati: Mengandung minyak alami yang membuatnya tidak disukai serangga dan sangat tahan cuaca.

  • Kayu Mahoni: Memiliki kepadatan tinggi, serat halus, dan tidak mudah diserang rayap jika diolah dengan baik.

  • Kayu Sonokeling: Tekstur keras, warna eksotis, dan ketahanan tinggi terhadap hama.

  • Kayu Merbau: Banyak digunakan di lantai kayu dan mebel outdoor karena daya tahannya yang luar biasa terhadap rayap.

Furnitur yang menggunakan salah satu dari jenis-jenis kayu ini umumnya sudah memiliki pertahanan alami terhadap serangan serangga.

 

2. Proses Pengeringan Kayu yang Optimal

Rayap sangat menyukai kayu yang lembab. Karena itu, furnitur anti rayap umumnya menggunakan kayu yang telah melalui proses pengeringan maksimal (oven atau kiln dry) sebelum diolah menjadi produk jadi. Proses ini mengurangi kadar air dalam kayu hingga di bawah 12%, sehingga tidak memberikan “lingkungan ideal” bagi rayap berkembang biak.

Ciri furnitur dengan kayu yang dikeringkan dengan baik antara lain:

  • Bobotnya terasa ringan namun padat.

  • Permukaan tidak mudah mengembung atau melengkung.

  • Tidak muncul aroma lembap atau apek dari dalam struktur kayu.

 

3. Menggunakan Lapisan Finishing yang Tertutup Rapat

Finishing bukan hanya soal estetika, tapi juga perlindungan. Furnitur anti rayap biasanya dilapisi dengan pelitur, cat, atau coating khusus yang menutup pori-pori kayu secara maksimal. Ini berfungsi sebagai “tameng” agar rayap tidak bisa menembus atau bersarang di dalam kayu.

Ciri finishing yang baik:

  • Halus saat diraba, tanpa pori atau serat terbuka.

  • Tidak mudah mengelupas.

  • Menggunakan bahan pelapis yang tahan kelembapan.

Beberapa produsen juga menggunakan lapisan anti serangga tambahan, seperti pelapis berbasis borat (borax), untuk memperkuat perlindungan terhadap rayap.

 

4. Konstruksi Kuat dan Tidak Berongga

Furnitur berkualitas tinggi dirancang dengan sambungan yang rapat dan struktur padat. Sebaliknya, furnitur dengan banyak rongga di dalamnya memberi celah ideal bagi rayap untuk masuk dan berkembang. Maka, perhatikan juga dari sisi desain dan pengerjaan.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Sambungan antar bagian kayu tampak presisi dan tidak longgar.

  • Tidak ada celah tersembunyi di bagian bawah, belakang, atau sudut-sudut.

  • Bobotnya terasa solid, tidak ringkih saat digerakkan.

Furnitur berongga, terutama dari kayu olahan seperti MDF atau partikel board, jauh lebih rentan karena bagian dalamnya sering kali berongga dan menyerap kelembapan.

 

5. Diberi Perlakuan Anti Rayap Tambahan

Beberapa produsen profesional memberikan perlakuan anti rayap sejak tahap awal produksi. Ini bisa berupa perendaman kayu dalam larutan anti hama, penyemprotan borax, atau injeksi bahan kimia ke dalam struktur kayu.

Tanda-tanda bahwa furnitur sudah diberi perlindungan tambahan biasanya dijelaskan dalam spesifikasi produk atau disertai sertifikat dari pabrikan. Jika Anda membeli dalam jumlah besar untuk proyek B2B, pastikan menanyakan hal ini secara spesifik.

 

6. Produsen atau Merek yang Terpercaya

Terakhir dan ini tak kalah penting yaitu pilihlah furnitur dari produsen yang punya reputasi baik dan jelas. Brand yang terpercaya biasanya transparan soal material yang digunakan, metode produksi, hingga perlakuan khusus terhadap kayu. Jika Anda membeli secara langsung, tanyakan apakah mereka menyediakan garansi anti rayap atau dokumentasi teknis lainnya.

 

Furnitur dari kayu bisa jadi investasi yang sangat bernilai asal kita tahu cara memilih yang benar. Rayap memang kecil, tapi kerusakannya bisa besar. Itulah sebabnya, penting memilih furnitur dengan ciri-ciri anti rayap: mulai dari jenis kayunya, proses produksinya, hingga finishing dan perlakuan tambahannya.

Dengan memahami tanda-tandanya, Anda tak hanya mendapatkan furnitur yang indah secara visual, tapi juga kuat dari dalam dan siap digunakan bertahun-tahun tanpa kekhawatiran.

Tips & trik

Begini Ciri-Ciri Furnitur Kayu yang Anti Rayap

Ditulis oleh Mei Anggraini

Terakhir diubah pada 03 Jun 2025

Rayap sering kali menjadi musuh tersembunyi dalam bidang furnitur. Tanpa peringatan, mereka bisa merusak struktur kayu dari dalam menjadikan perabot tampak utuh di luar, tapi keropos di dalam. Maka tak heran, banyak orang kini mencari furnitur dari bahan kayu yang tahan rayap sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Namun, bagaimana cara mengenali furnitur kayu yang memang benar-benar anti rayap? Apa saja ciri-ciri dan hal yang perlu diperhatikan? Berikut ulasan lengkapnya.

 

1. Terbuat dari Jenis Kayu Keras (Hardwood)

Salah satu ciri paling dasar dari furnitur yang tahan terhadap rayap adalah penggunaan kayu keras. Jenis kayu ini memiliki struktur serat yang padat dan kandungan zat alami yang kurang disukai rayap. Beberapa contoh kayu keras yang dikenal anti rayap antara lain:

  • Kayu Jati: Mengandung minyak alami yang membuatnya tidak disukai serangga dan sangat tahan cuaca.

  • Kayu Mahoni: Memiliki kepadatan tinggi, serat halus, dan tidak mudah diserang rayap jika diolah dengan baik.

  • Kayu Sonokeling: Tekstur keras, warna eksotis, dan ketahanan tinggi terhadap hama.

  • Kayu Merbau: Banyak digunakan di lantai kayu dan mebel outdoor karena daya tahannya yang luar biasa terhadap rayap.

Furnitur yang menggunakan salah satu dari jenis-jenis kayu ini umumnya sudah memiliki pertahanan alami terhadap serangan serangga.

 

2. Proses Pengeringan Kayu yang Optimal

Rayap sangat menyukai kayu yang lembab. Karena itu, furnitur anti rayap umumnya menggunakan kayu yang telah melalui proses pengeringan maksimal (oven atau kiln dry) sebelum diolah menjadi produk jadi. Proses ini mengurangi kadar air dalam kayu hingga di bawah 12%, sehingga tidak memberikan “lingkungan ideal” bagi rayap berkembang biak.

Ciri furnitur dengan kayu yang dikeringkan dengan baik antara lain:

  • Bobotnya terasa ringan namun padat.

  • Permukaan tidak mudah mengembung atau melengkung.

  • Tidak muncul aroma lembap atau apek dari dalam struktur kayu.

 

3. Menggunakan Lapisan Finishing yang Tertutup Rapat

Finishing bukan hanya soal estetika, tapi juga perlindungan. Furnitur anti rayap biasanya dilapisi dengan pelitur, cat, atau coating khusus yang menutup pori-pori kayu secara maksimal. Ini berfungsi sebagai “tameng” agar rayap tidak bisa menembus atau bersarang di dalam kayu.

Ciri finishing yang baik:

  • Halus saat diraba, tanpa pori atau serat terbuka.

  • Tidak mudah mengelupas.

  • Menggunakan bahan pelapis yang tahan kelembapan.

Beberapa produsen juga menggunakan lapisan anti serangga tambahan, seperti pelapis berbasis borat (borax), untuk memperkuat perlindungan terhadap rayap.

 

4. Konstruksi Kuat dan Tidak Berongga

Furnitur berkualitas tinggi dirancang dengan sambungan yang rapat dan struktur padat. Sebaliknya, furnitur dengan banyak rongga di dalamnya memberi celah ideal bagi rayap untuk masuk dan berkembang. Maka, perhatikan juga dari sisi desain dan pengerjaan.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Sambungan antar bagian kayu tampak presisi dan tidak longgar.

  • Tidak ada celah tersembunyi di bagian bawah, belakang, atau sudut-sudut.

  • Bobotnya terasa solid, tidak ringkih saat digerakkan.

Furnitur berongga, terutama dari kayu olahan seperti MDF atau partikel board, jauh lebih rentan karena bagian dalamnya sering kali berongga dan menyerap kelembapan.

 

5. Diberi Perlakuan Anti Rayap Tambahan

Beberapa produsen profesional memberikan perlakuan anti rayap sejak tahap awal produksi. Ini bisa berupa perendaman kayu dalam larutan anti hama, penyemprotan borax, atau injeksi bahan kimia ke dalam struktur kayu.

Tanda-tanda bahwa furnitur sudah diberi perlindungan tambahan biasanya dijelaskan dalam spesifikasi produk atau disertai sertifikat dari pabrikan. Jika Anda membeli dalam jumlah besar untuk proyek B2B, pastikan menanyakan hal ini secara spesifik.

 

6. Produsen atau Merek yang Terpercaya

Terakhir dan ini tak kalah penting yaitu pilihlah furnitur dari produsen yang punya reputasi baik dan jelas. Brand yang terpercaya biasanya transparan soal material yang digunakan, metode produksi, hingga perlakuan khusus terhadap kayu. Jika Anda membeli secara langsung, tanyakan apakah mereka menyediakan garansi anti rayap atau dokumentasi teknis lainnya.

 

Furnitur dari kayu bisa jadi investasi yang sangat bernilai asal kita tahu cara memilih yang benar. Rayap memang kecil, tapi kerusakannya bisa besar. Itulah sebabnya, penting memilih furnitur dengan ciri-ciri anti rayap: mulai dari jenis kayunya, proses produksinya, hingga finishing dan perlakuan tambahannya.

Dengan memahami tanda-tandanya, Anda tak hanya mendapatkan furnitur yang indah secara visual, tapi juga kuat dari dalam dan siap digunakan bertahun-tahun tanpa kekhawatiran.